ALKENA
1. PENGERTIAN
Alkena adalah
sebuah kelompok hidrokarbon (senyawa-senyawa yang hanya mengandung hidrogen dan
karbon) yang mengandung ikatan karbon-karbon rangkap (C=C).
Alkena tergolong hidrokarbon
tidak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C yang
berurutan. Jadi rumus umumnya mempunyai 2 atom H lebih sedikit dari alkana
karena itu rumus umumnya menjadi CnH2n+2-2H = CnH2n.
Kekurangan jumlah atom H pada alkena dibandingkan dengan jumlah atom H pada
alkana dapat dijelaskan sebagai berikut. Perhatikan untuk n = 2, pada alkana
adalah C2H6 sedang pada alkena adalah C2H4
Nama alkena berbeda dengan alkana
hanya pada bagian belakang, jadi bagian yang menunjuk pada jumlah tidak
berubah. Bagaimana memberi nama alkena yang bercabang? Secara garis, besar
tidak berbeda dengan cara memberi nama alkana yang bercabang, tetapi pada
penentuan rantai induk yang terpanjang harus rantai yang mengandung ikatan
rangkap. Jadi ikatan rangkapnya diutamakan dengan nomor terkecil.
2. SIFAT FISIKA ALKENA
|
Nama alkena
|
Rumus molekul
|
Mr
|
Titik leleh (0C)
|
Titik didih (0C)
|
Wujud pada 25 0C
|
|
Etena
|
C2H4
|
28
|
-169
|
-104
|
gas
|
|
Propena
|
C3H6
|
42
|
-185
|
-48
|
gas
|
|
1-Butena
|
C4H8
|
56
|
-185
|
-6
|
gas
|
|
1-Pentena
|
C5H10
|
70
|
-165
|
30
|
cair
|
|
1-Heksena
|
C6H12
|
84
|
-140
|
63
|
cair
|
|
1-Heptena
|
C7H14
|
98
|
-120
|
94
|
cair
|
|
1-Oktena
|
C8H16
|
112
|
-102
|
122
|
cair
|
|
1-Nonena
|
C9H18
|
126
|
-81
|
147
|
cair
|
|
1-Dekena
|
C10H20
|
140
|
-66
|
171
|
cair
|
|
Rumus umum
|
CnH2n
|
||||
1. pada suhu kamar, tiga suku
yang pertama adalah gas, suku-suku berikutnya adalah cair dan suku-suku tinggi
berbentuk padat. Jika cairan alkena dicampur dengan air maka kedua cairan itu
akan membentuk lapisan yang saling tidak bercampur. Karena kerpatan cairan
alkena lebih kecil dari 1 maka cairan alkena berada di atas lapisan air.
2. Dapat terbakar dengan nyala
yang berjelaga karena kadar karbon alkena lebih tinggi daripada alkana yang
jumlah atom karbonnya sama.
3. Titik didih dan titik leleh alkena naik dengan pertambahan nilai Mr.
3. SIFAT KIMIA ALKENA
Alkena lebih reaktif dibandingkan alkana, karena memiliki ikatan rangkap
dua C=C.
Reaksi yang terjadi pada alkena :
1. Reaksi adisi alkena (ikatan rangkap
menjadi ikatan tunggal)
a. Reaksi alkena dengan halogen (halogenasi)
CH2=CH2 + Cl2 CH2Cl-CH2Cl
Etena klorin 1,2-dikloroetana
b. Reaksi alkena dengan hidrogen
(hidrogenasi)
CH2=CH2(g) + H2(g)
katalis Ni/Pt CH3-CH3(g)
Etena etana
c. Reaksi alkena dengan hidrogenhalida/asam
halida (hidrohalogenasi)
Aturan Markovnikov : pada alkena tidak simetris
atom H dari asam halida (HX) akan terikat pada atom C yang mempunyai
ikatan rangkap dan mengikat atom H lebih banyak.
CH3CH=CH2 + HBr
CH3CH-CH3Br
1-propen a2-bromopropana
d. Reaksi alkena dengan air (hidrasi)
Alkena bereaksi dengan air membentuk alkohol.
CH2=CH2(g) + H2O
katalis H+
CH3-CH2-OH(g)
Etena 300 0C,
70 atm
etanol
e. Reaksi alkena
dengan asam sulfat (H2SO4)
CH2=CH2(g) +
H2SO4
CH3-CH2-OSO3H
+ H2O
C2H5OH + H2SO4
suhu ruang panas
f. Polimerisasi adisi pada alkena
Pada senyawa alkena jika antara
molekul-molekul (manomer) yang sama mengadakan reaksi adisi, maka akan
terbentuk molekul-molekul besar dengan rantai yang panjang. Peristiwa ini
disebut polimerisasi. Polimer-polimer sintesis banyak dibutuhkan dalam
kehidupan sehari-hari. Contoh polimer dari alkena misalnya polietilen
(plastik), polivinil klorida (pipa paralon), dan politetraetena (teflon).
Polimerisasi etena : n/2(CH2=CH2)
(CH2)n Etena katalis polietena
2. Pembakaran alkena
C2H4(g) + 3O2(g)
2CO2(g) + 2H2O(g)
, bersifat eksotermik
3. Reaksi oksidasi alkena
OH-
CH2=CH2 + KMnO4
CH2OH-CH2OH
Etena 1,2-etanadiol (etilen glikol)
4. ISOMER ALKENA
Ada tiga isomer pada alkena.
Contoh isomer butena sebagai berikut :
1. Isomer Posisi
Berdasarkan letak ikatan rangkapnya yang berbeda.
Contoh :
2. Isomer Rantai
Berdasarkan letak cabang pada rantai utama
Contoh : CH2═CH─CH2─CH3 1-butena
CH2═C─CH3 2-metil-1-propena
3. Isomer Geometri atau Cis – Trans
Berdasarkan perbedaan kedudukan gugus sejenis yang diikat C═C
5. SUMBER ALKENA
Alkena berada dalam jumlah kecil di alam sehingga harus disintesis
melalui perengkahan /eliminasi alkana dari gas alam dan minyak bumi.
6. PEMBUATAN ALKENA
Ø Dehidrohalogenasi alkil halida
Ø Dehidrasi alkohol
Ø Dehalogenasi dihalida
Ø Reduksi alkuna
7. Kegunaan alkena dalam kehidupan
Bahan dasar
pada industri plastik, karet sintetik, pipa (PVC = polivinilklorida), dan
Teflon. Khusus etena atau etilena digunakan sebagai bahan pembuat zat-zat kimia
seperti alkohol (etanol), etilena glikol, dan etil eter, dapat digunakan
sebagai obat bius (dicampur dengan O2, untuk memasakkan buah-buahan.
PERMASALAHAN:
Mengapa titik didih alkena
bertambah seiring dengan bertambahnya massa molekul relatifnya?
Saya akan mencoba memberi pendapat tentang pertanyaan di atas,bahwa alkena mempunyai titik didih dan titik leleh yang menigkat dari etena menuju dekena.Begitu pula dengan wujud alkena yang berubah karena kenaikan Mr tersebut.Hal ini mugkin juga di karenakan jumlah atom karbon yang semakin meningkat sehingga titik didihnya pun bertambah.Terima kasih...semoga bermanfaat
BalasHapusnama : rani maryani rawi
BalasHapusbaik teman saya akan mencoba memberikan pendapat tentang pertanyaan anda.
Hal ini dikarenakan alkena bersifat non polar dan mempunyai gaya antar molekul yang relatif lemah. Di samping itu, nilai Mr alkena hampir sama dengan alkana. seperti halnya alkana kecenderungan titik didih alkena juga naik seiring dengan pertambahan nilai Mr atau kenaikan jumlah atom karbon.
Untuk kelarutan, alkena hampir tidak dapat larut dalam air, tapi larut dalam pelarut-pelarut organik. Oleh karena itu, jika cairan alkena dicampur dengan air maka kedua cairan itu akan membentuk lapisan yang tidak saling bercampur
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMenurut saya, ini sama halnya dengan alkana. Alkana memperlihatkan peningkatan titik didih dan titik lebur sesuai dengan peningkatan bobot molekulnya begitu pula dengan alkena. yang mana disebabkan karena adanya energi dispersi Van der Waals yang lemah antar molekul. Energi dispersi meningkat sesuai dengan peningkatan ukuran molekul (Mr). Akibatnya titik didih dan titik lebur meningkat dengan semakin panjangnya rantai alkena. Faktor lain yang mempengaruhi titik didih alkena adalah adanya rantai samping (cabang).Adanya rantai samping membuat molekul memiliki luas permukaan kontak yang lebih kecil, akibatnya memiliki energi dispersi rendah.
BalasHapussaya akan mecoba menjawab permasalahan sepriani yaitu "Mengapa titik didih alkena bertambah seiring dengan bertambahnya massa molekul relatifnya?"
BalasHapusjawabannya:
Karena titik didih alkena ditentukan oleh beratnya, maka bukanlah suatu hal yang aneh kalau titik didih alkena berbanding lurus dengan massa molekulnya. Titik didih alkena akan meningkat kira-kira 20–30 °C untuk setiap 1 atom karbon yang ditambahkan pada rantainya.